Dua Gerai Mixue di Kota Mojokerto Terancam Ditutup Pol PP

Published by on

Tak Kantongi Izin Operasional, Satpol PP Beri Peringatan Keras

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satpol PP Kota Mojokerto menyegel dua reklame milik gerai es krim Mixue di Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates dan Jalan KH. Usman, Kelurahan Surodinawan, Selasa (30/5). Kedua gerai itu terancam ditutup jika tidak segera mengurus izin operasional dan reklame selama 14 hari ke depan.

Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto, Ganesh P Kreshnawan mengatakan, tindakan segel terpaksa dilancarkan setelah upaya peringatan sebanyak dua kali tidak diindahkan pemilik gerai. ’’Sebelumnya kami sudah upayakan persuasif dengan mendatangi usaha untuk memberitahukan agar segera mengurus izin usaha dan reklame, namun dua kali peringatan tidak ada tanggapan, kami lakukan penyegelan,’’ ujarnya.

Tidak hanya reklame, ancaman menutup operasional usaha minuman franchise asal Cina tersebut juga terpaksa dilakukan jika owner tak segera mengurus ke Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker). Sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Reklame dan Perwali Mojokerto Nomor 81 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Reklame, pemilik usaha diberikan tenggat waktu selama 14 hari untuk menyelesaikan legalitasnya.

Jika tidak, maka akan diberlakukan penegakan hukum, mulai dari teguran hingga penutupan. ’’Dalam aturannya, izin usaha itu ada beberapa tahapan, mulai dari dan izin operasional dan izin penyelenggaraan reklame. Nah, dua jenis izin ini ternyata belum dikantongi,’’ tambahnya.

Tindakan seperti ini diakui Ganesh tidak hanya ditujukan pada satu usaha. Melainkan ke seluruh pelaku usaha di Kota Onde-Onde. Namun sebelum melakukan tindakan tegas, pihaknya masih mengedepankan upaya pencegahan dan imbauan. Hal ini untuk mendukung iklim investasi di Kota Mojokerto agar terus berkembang. Akan tetapi jika upaya tersebut masih belum diindahkan maka upaya tegas terpaksa dia lakukan. Termasuk jika terdapat pemilik usaha yang berusaha melawan dengan mencopot sagel yang sudah dipasang.

Pemidanaan tak segan dia lancarkan sebagai upaya penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku. ’’Yang jelas langkah pertamanya adalah persuasif dahulu, karena kami juga menjaga iklim usaha berkembang sehingga perekonomian di Kota Mojokerto meningkat. Namun aturan juga harus ditegakkan agar tidak ada lagi pelanggaran di kemudian hari,’’ pungkasnya. (far/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *