Diskopukmperindag Kota Mojokerto Pangkas Rantai Distribusi Komoditas Telur

Published by on

Siapkan Subsidi untuk Tekan Kenaikan Harga

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Harga telur di pasar tradisonal Kota Mojokerto belum menunjukkan tren penurunan. Bahkan, harganya masih tetap stagnan pada kisaran Rp 31.000-32.000 per kilogram (kg). Pemkot bakal memangkas rantai distribusi dan menyiapkan subsidi untuk menekan tingginya harga.

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Heri Setiyawan mengungkapkan, rata-rata harga telur ayam ras di pasar tradisional mencapai Rp 31.000 per kg. Bahkan, di beberapa pedagang ada yang mematok Rp 32.000 per kg. ’’Kemarin (Kamis(18/5) kami cek masih kisaran Rp 30.000-31.000 (per kg), tapi sekarang merangkak naik lagi,’’ tandasnya, kemarin (19/5).

Melambungnya harga telur telah terjadi sejak sepekan terakhir dari sebelumnya berada di kisaran Rp 28 ribu per kg. Heri mengaku belum bisa memastikan penyebab kenaikan harga. Namun, salah satunya dikarenakan faktor menipisnya stok di pasaran. ’’Pasokan yang ke pedagang kurang,’’ ulasnya.

Namun, dia juga menyebut akan mengecek hingga ke tingkat peternak ayam petelor. Di samping itu, diskopukmperindag juga berupaya akan mempertemukan produsen dengan pedagang untuk bertransaksi secara langsung. ’’Biar mata rantai (distribusi) tidak terlalu panjang, karena kebutuhan pedagang bisa terfasilitasi langsung dengan biaya tidak terlalu mahal,’’ paparnya.

Selain itu, imbuh Heri, diskopukmperindag juga menyiapkan subsidi. Yakni dengan memenuhi sebagian biaya transportasi pengiriman barang seperti yang pernah dilakukan saat kenaikan harga BBM tahun lalu.
Namun, opsi kedua ini akan direalisasi apabila stok telur kian menipis dan harga telur terus melonjak kenaikan. ’’Tapi dalam waktu dekat kami akan mempertemukan paternak dengan pedagang dulu. Tapi kalau stoknya kurang, otomatis kami rencana untuk menyiapkan subsidi transportasi,’’ papar dia.

Heri menambahkan, skema serupa juga dilakukan pada komoditas beras yang kini juga mengalami kenaikan. Karena untuk beras jenis premium kini telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp 10.900 per kg. Sedangkan di pasaran, harganya berada di kisaran Rp 11.000-12.000 per kg. ”Makanya kami juga pertemukan langsung pedagang dengan teman-teman penggilingan agar dapat harga beras langsung dari penggilingan yang lebih murah,’’ pungkas dia. (ram/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *