Diobrak Pol PP Kota Mojokerto, Pedagang Kecil Sembunyi Ketakutan

Published by on

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dua truk berisi perabotan lapak pedagang kaki lima (PKL) diangkut Satpol PP Kota Mojokerto dari Jalan KH. Nawawi. Di Jalan Surodinawan, sejumlah pedagang yang berjualan di bahu jalan bersembunyi masuk gang untuk menghindari kedatangan petugas. Demikian terjadi saat operasi penertiban dan sosialisasi kepada PKL berlangsung kemarin (31/5) siang.

Pantauan di lokasi, kegiatan penertiban dan sosialisasi PKL itu melibatkan puluhan petugas gabungan. Mereka berasal dari jajaran satpol PP, dishub, diskopukmperindag, polisi, dan TNI. Di lokasi pertama, sekitar Pasar Tanjung Anyar, sasarannya adalah para pelapak bandel yang memenuhi kedua sisi trotoar Jalan KH. Nawawi.

Lapak yang tak diketahui pemiliknya langsung diangkut ke truk patroli. Perabotan yang diangkut itu meliputi meja dan kursi, timbangan, hingga bantal dan kasur milik pedagang. Setidaknya, dua truk patroli penuh dengan barang lapak sitaan. Sedangkan, lapak milik pedagang yang sedang beroperasi diminta untuk dipindahkan. Barang dagangan berupa buah-buahan hingga meja dan kursi yang menjorok ke trotoar itu dimasukkan ke toko.

Para pedagang yang beroperasi juga didata dan diingatkan agar tak menggelar lapak di trotoar. Sedangkan, pemilik lapak yang barangnya disita diminta datang ke kantor satpol PP. ”Kami beri tahu ke pedagang di sampingnya agar pemilik datang ke kantor untuk pembinaan dan mengambil barangnya,” kata Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto Ganesh P. Kresnawan di lokasi.

Penertiban ini dilanjutkan dengan sosialisasi kepada PKL yang beroperasi di sepanjang bahu Jalan Surodinawan. Para pedagang liar itu akan direlokasi ke Pasar Ketidur. ”Ini sudah menjadi atensi wali kota, mereka akan dipindahkan ke Pasar Ketidur,” tandasnya.

Kedatangan puluhan petugas membuat sejumlah pedagang menghindar. Padahal mereka tidak melakukan penertiban. Saking takutnya, beberapa pedagang sampai memindahkan gerobak dagangan ke Jalan Surodinawan Gang 1. Sembari mengamati situasi, mereka menunggu petugas pergi untuk kembali berjualan.

Ganesh menyebut, terdapat sekitar 70 pedagang yang mendapat sosialisasi terkait rencana pemindahan tempat jualan. Identitas pedagang dan komoditas barang jualan didata untuk kebutuhan relokasi. Pendataan ini termasuk asal daerah pedagang. ”Kami petakan mana yang warga kota mana yang bukan. Yang menjadi prioritas warga kota,” tandasnya. (adi/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *