Dinkes Kabupaten Mojokerto Imbau 176 Calon Haji Jaga Kondisi

Published by on

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kurang dua pekan jelang keberangkatan ke Tanah Suci, 1.157 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Mojokerto diimbau agar menjaga kondisi fisiknya. Khususnya bagi 176 CJH yang dinilai rentan dan butuh perawatan khusus lantaran mengidap penyakit.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Agus Dwi Cahyono mengatakan, proses pemeriksaan kesehatan seluruh jamaah haji telah dirampungkan. 1.157 CJH yang dipastikan berangkat itu telah diuji dan diukur kondisi fisiknya berdasarkan riwayat penyakit dan uji medis yang berlangsung sejak Maret. Hasilnya, 176 CJH terverifikasi memiliki penyakit penyerta yang cukup mengganggu aktivitas.

Di antaranya, Diabetes Melitus (DM) sebanyak 107 CJH, stroke (CVA) sebanyak 7 CJH, dan hipertensi sebanyak 62 orang. Mereka perlu pendampingan khusus dari petugas medis mulai dari keberangkatan hingga kepulangan. ’’Ada beberapa jamaah yang memiliki riwayat penyakit penyerta lumayan serius. Mungkin perlu treatment sesuai kondisi masing-masing,’’ ujarnya.

Tak sekadar pendampingan, ratusan CJH tersebut juga perlu pengawasan khusus dari dokter spesialis. Khususnya selama masa persiapan yang tersisa 14 hari jelang keberangkatan ke Baitullah 21 Juni nanti. Dinkes bahkan telah meminta para dokter spesialis untuk ikut mendampingi masing-masing pasiennya agar selama menunaikan rukun Islam kelima nanti, fisiknya tak lagi terganggu. Sehingga pelaksanaan haji berjalan lancar.

’’Sejak awal pemeriksaan, setiap CJH yang rentan sudah kami minta rekomendasi dari dokter spesialis di dua rumah sakit rujukan. Surat tersebut yang kami jadikan patokan untuk pengawasan terhadap kondisi fisik masing-masing CJH,’’ tegasnya. Meski memiliki riwayat penyakit serius dan rentan, namun Agus mengaku hal itu dinilai masih wajar dan dianggap mampu berangkat ke Tanah Suci. Sehingga dari 1.157 CJH yang lunas, semua dinyatakan istithaah.

Agus hanya menunggu beberapa CJH saja yang diragukan keberangkatannya. Yakni yang mengidap tuberkulosis (TB) sebanyak 3 CJH dan 1 CJH yang sempat memiliki riwayat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). ’’Untuk yang ODGJ, informasinya sudah dinyatakan sembuh. Namun kami masih meminta ada rekomendasi dokter resmi. Sementara yang TB, sudah sembuh, juga tinggal menunggu persetujuan dari dokter spesialis,’’ pungkasnya. (far/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *