Dikbud Kota Mojokerto Sebut Puluhan Kasek Masuki Masa Purna

Published by on

Siapkan Calon dari Guru Penggerak

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan kepala sekolah (kasek) di Kota Mojokerto akan memasuki masa purnatugas di tahun pelajaran 2023/2024. Mengantisipasi kekosongan kursi, dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) menyiapkan guru penggerak yang diprioritaskan sebagai calon pengganti.

Kepala Dikbud Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap jabatan kasek di 9 SMP negeri dan 44 SDN. Hasilnya, terdapat puluhan kasek yang bakal pensiun sepanjang tahun pelajaran 2023-2024. ’’Mulai tahun ini sampai tahun depan, ada 21 kepala sekolah SD dan SMP negeri yang purna,’’ terangnya.

Awal Mei, dikbud telah melakukan penataan jabatan kasek dengan melakukan pergeseran untuk mengisi kursi yang lowong karena ditinggal pejabat lama pensiun. Namun, empat lembaga sengaja dibiarkan lowong karena proses regrouping atau merger.

Mengantisipasi terjadinya kekosongan jabatan kasek, Amin menyebut telah melakukan antisipasi. Yakni dengan menyiapkan regenerasi dengan memprioritaskan tenaga pendidik yang berstatus sebagai guru penggerak. ’’Misal di salah satu SMPN per 1 Desember ini ada kasek yang pensiun. Itu sudah kita siapkan calon penggantinya dari dari guru penggerak,’’ ulasnya.

Amin menyatakan, langkah itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Mendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah. Berdasarkan regulasi tersebut, salah satu syarat untuk bisa diberi tugas tambahan sebagai kasek adalah tenaga pendidik yang telah memiliki sertifikat guru penggerak. ’’Kalau (calon kasek) dari guru penggerak, maka tidak pakai tes lagi,’’ imbuhnya.

Sebab, guru penggerak merupakan tenaga pendidik yang telah lulus seleksi dan mengikuti program pendidikan kepemimpinan yang diselenggarakan Kemendikbudristek. Jika persyarataan lainnya terpenuhi, maka guru penggerak bisa langsung diangkat menjadi kasek. ’’Jadi, kalau ada yang pensiun akan langsung kami ganti dengan adanya kebijakan dari guru penggerak yang berlaku mulai tahun ini,’’ papar Amin.

Untuk itu, Dikbud Kota Mojokerto mendorong tenaga pendidik jenjang SD maupun SMP negeri untuk menempuh program guru penggerak. Sehingga, guru bisa dijadikan sebagai kandidat untuk mengisi kursi kasek apabila terjadi kekosongan. ’’Karena yang pensiun banyak, maka mulai sekarang sudah kita siapkan,’’ imbuh dia.

Sebelumnya, kekosongan kursi karena terjadi di empat SD negeri karena purnatugas. Masing-masing di SDN Meri 2 yang akan dimerger dengan SDN Meri 1 menjadi SD Meri. Kemudian di SDN Gedongan 3 yang juga tetap tak diisi karena digabung dengan SDN Gedongan 1. Kemudian SDN Balongsari 7 juga dibiarkan lowong karena di-regrouping dengan SDN Balongsari 8 menjadi SDN Balongsari 3. Termasuk di SDN Blooto 2 juga kosong karana dilebur dengan SDN Blooto 1 menjadi SDN Blooto. (ram/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *