BMKG: Sebagian Wilayah Jawa Timur Tengah Masuk Musim Kemarau, Termasuk Mojokerto yang Kian Panas?

Published by on

Mojokerto – BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) telah merilis di tingkat nasional akan memasuki musim kemarau, salah satunya beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Timur termasuk Kabupaten Mojokerto.

Dari analisis BMKG, Analisis dan Prediksi Kelembapan Udara (RH) Kelembapan udara relatif pada lapisan permukaan umumnya di atas 70% dan diprediksi hingga Juni 2023 akan menurun di atas 65% hingga 60%.

Analisis dan Prediksi Suhu pada peralihan musim ini yaitu suhu rata-rata permukaan berkisar 25-28°C dan diprediksi hingga Juni 2023 berkisar 23-27°C, suhu minimum diprediksi berkisar 20-24°C dan suhu maksimum diprediksi umumnya berkisar 26-34°C.

Namun terdapat peringatan dini kekeringan Meteorologis pada klasifikasi Waspada untuk beberapa kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dan klasifikasi Siaga untuk beberapa kabupaten di Provinsi Banten, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Curah hujan pada Mei 2023 umumnya berada di kriteria rendah – menengah (0 – 150 mm/dasarian). Pada Mei 2023 – Juni 2023 umumnya diprediksi curah hujan berada di kriteria rendah – menengah (10 – 150 mm/dasarian).

Sifat hujan pada Dasarian II Mei 2023 umumnya Bawah Normal hingga Normal. Pada peralihan musim ini, tidak terdapat wilayah dengan peringatan dini curah hujan tinggi.

Analisis perkembangan musim kemarau Mei 2023 berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 21% wilayah Indonesia masuk musim kemarau. Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi Aceh bagian timur, Sumatera Utara bagian timur, Riau bagian timur, Lampung bagian selatan, Banten bagian utara, DKI Jakarta, Jawa Barat bagian utara, sebagian Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian NTT, Gorontalo bagian selatan, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara bagian selatan, sebagian Kepulauan Maluku, dan sebagian Maluku Utara.

ZOM adalah daerah yang pos hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode Musim Hujan dan Musim Kemarau.

Daerah yang pola hujannya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara Musim Kemarau dan Musim Hujan disebut Non ZOM.

BMKG juga merilis data Kabupaten Mojokerto yang hampir sepakan belakang suhu udara tinggi dengan kelembaban udara yang rendah.

BMKG Wilayah Juanda juga memberikan prediksi per Kecamatan, suhu udara selama beberapa hari belakangan tertinggi mencapai 33 derajat celcius pada sebagian besar wilayah Kecamatan, dengan kelembaban udara yang rendah mencapai 50% maka cuaca akan terasa lebih panas dari kemarin.

Ini akan menjadikan wilayah Mojokerto Raya kian terasa panas, dan bisa menjadi salah satu ciri tengah memasuki musim kemarau. Sesuai penjelasan BMKG mengenai ciri atau awal musim kemarau, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya. Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal.

Artikel BMKG: Sebagian Wilayah Jawa Timur Tengah Masuk Musim Kemarau, Termasuk Mojokerto yang Kian Panas? pertama kali tampil pada Kabar Mojokerto.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *