Asyik Main Biliar, Belasan Pelajar di Mojokerto Terciduk Razia Satpol PP

Published by on

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satpol PP Kabupaten Mojokerto menciduk belasan pelajar membolos, Rabu (31/5). Mereka kedapatan sedang nongkrong di warung kopi dan biliar di Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari.

Para pelajar bandel itu langsung diangkut ke kantor satpol PP untuk didata dan diberi pembinaan. Petugas juga memanggil pihak sekolah tempatnya menimba ilmu. “Kami menghubungi guru BK agar memberi pembinaan dan pendampingan untuk selanjutnya dikembalikan ke pihak sekolah,” kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Mojokerto Zainul Hasan.

Menurutnya, para pelajar tersebut berasal dari 3 sekolah berbeda di Mojosari. Mereka kedapatan sedang membolos saat jam pelajaran masih berlangsung. Dalam razia tersebut, total terdapat 13 pelajar berseragam yang terciduk. “Mereka sedang nongkrong dan main biliar,” tuturnya.

Keberadaan para pelajar ini melanggar Perda Kabupaten Mojokerto Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Dalam Bab VI Tertib Lingkungan Pasal 15 Ayat 1 disebutkan, setiap pelajar dilarang berada di luar area sekolah pada jam pelajaran kecuali untuk kepentingan tertentu dan atas izin pihak sekolah.

Satpol PP memberi peringatan keras kepada para pelajar agar tidak mengulangi perbuatannya. Sudah beberapa kali, aparat penegak perda menindak para pelajar yang membolos. Sebelumnya, satpol PP pelajar sedang membolos di kawasan warung hutan pinus Kecamatan Trawas, Rabu (1/3) pagi.

Sebanyak 18 pelajar terjaring razia dan diberi sanksi push-up. Beberapa minggu sebelumnya, lima pelajar terjaring razia sedang membolos, Selasa (14/2). Mereka kedapatan sedang asik nongkrong di warung hutan pinus Jalan Raya Trawas saat jam pelajaran. Mereka diberi pembinaan di tempat dan diminta kembali ke sekolah. (adi)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *