Aplikasi Kesehatan Kota Mojokerto Gayatri Segera Terintegrasi ke Satu Sehat

Published by on

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengapresiasi Pemkot Mojokerto yang telah menerapkan aplikasi Gayatri. Terobosan yang merupakan akronim dari Gerbang Layanan Informasi Terpadu dan Terintegrasi ini makin mempermudah proses integrasi menuju Satu Sehat yang dikelola Kemenkes RI.

Untuk segera mewujudkannya, Tim Digital Transformation Office (DTO) dan Pusdatin Kemenkes RI melakukan kunjungan kerja di kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto, Rabu (17/5). Kedatangan rombongan disambut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdakot Mojokerto Ruby Hartoyo bersama Kepala Dinkes PPKB dr Farida Mariana.

Agenda kunjungan tersebut bertujuan untuk mematangkan proses integrasi aplikasi Gayatri yang dikelola Dinkes PPKB Kota Mojokerto ke Satu Sehat yang merupakan satu platform Indonesia Health Service milik Kemenkes. Turut hadir dalam kegiatan tersebut dari perwakilan seluruh rumah sakit serta fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) se-Kota Mojokerto.

Ketua Tim Kerja Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi Khusus Pusdatin Kemenkes RI Aang Abu Azhar menyatakan, selain sosialisasi, kedatangan Tim DTO Pusdatin bertujuan untuk memperluas implementasi Satu Sehat. Menurutnya, Kota Mojokerto menjadi salah satu daerah yang telah siap untuk menerapkan integrasi karena telah memiliki program satu data dalam aplikasi Gayatri. ”Kota Mojokerto sudah ada Gayatri yang sudah terpusat. Jadi, tidak perlu setiap sistemnya diintegrasikan, tapi tinggal data dari Gayatri kita bridging dengan Satu Sehat,” ulasnya.

Dengan begitu, ulas dia, proses integrasi menuju platform Satu Sehat bisa lebih cepat direalisasikan. Karena itu, Aang berharap daerah-daerah lain bisa mengaplikasikan Kota Mojokerto yang sudah memiliki sistem terintegrasi dan terpusat. ”Harapannya kita mendorong kota-kota lain seperti Kota Mojokerto, jadi punya sistem dulu,” ulasnya.

Dia menambahkan, platform Satu Sehat merupakan implementasi dari pilar keenam dalam transformasi sistem kesehatan, yakni mewujudkan transformasi teknologi kesehatan. Dalam prosesnya, terdapat tiga program yang akan dilakukan.
Dimulai dari proses integrasikan data yang kini tengah dilakukan oleh Kota Mojokerto. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan perapian dan penyederhanaan aplikasi. Dan tahap terakhir membangun ekosistem inovasi. ”Kita tidak mematikan sistem yang ada, tapi bagaimana agar bisa terintegrasi dengan Satu Sehat. Sehingga, fasyankes tetap bisa menggunakan yang selama ini sudah berjalan,” tandas Aang.

Sementara itu, Kepala Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Farida Mariana menambahkan, progres bridging aplikasi Gayatri menuju platform Satu Sehat Kemenkes telah berjalan. Karena itu, dalam pertemuan dengan Tim DTO dan Pusdatin kemarin juga dilakukan diskusi bersama terkait kendala sekaligus mencari jalan keluarnya. ”Kami berharap bisa dibantu asistensi dari tim DTO dan Pusdatin sehingga integrasi ini bisa cepat terkoneksi,” ulasnya.

Farida memaparkan, Gayatri merupakan aplikasi yang telah diinisiasi sejak 2018 ini telah mengalami banyak pengembangan. Dan, sistem satu data bidang kesehatan tersebut juga telah terintegrasi dengan sejumlah aplikasi lainnya. Seperti P-Care BPJS Kesehatan, Dispendukcapil, WhatsApp (WA) Blast yang mengirimkan notifikasi kepada masyarakat terkait info kesehatan.

Aplikasi Gayatri yang masuk dalam Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat nasional tahun 2020 ini juga memiliki peran yang cukup vital dalam pengendalian pandemi Covid-19. ”Di era pandemi gayatri sangat efektif dalam pengendalian dan penanganan Covid-19. Dan kini telah dikembangkan untuk membantu meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” tandas Farida. (ram/ron/adv)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *