Alokasikan Rp 8,6 Miliar, SPAM di Kabupaten Mojokerto Diperluas

Published by on

Target Salurkan Air Bersih ke Ribuan Rumah

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto kembali melakukan perluasan sistem penyediaan air minum (SPAM) di 12 desa. Dengan anggaran capai Rp 8,6 miliar, pembangunan bakal menyasar hingga 2.283 saluran rumah warga.

Kabid Penyehatan Lingkungan dan Prasarana Permukiman (PLPP) Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yayan Ernes mengatakan, tahun ini pemda melalui dinas PUPR kembali melakukan perluasan SPAM dengan anggaran total Rp 8,682 miliar. ’’Anggarannya dari dana alokasi khusus (DAK), dipecah menjadi 12 paket kegiatan,’’ ungkapnya.

Menurutnya, 12 paket yang kini tengah masuk lelang di bagian pengadaan belanja dan jasa itu tersebar di 12 desa yang ada di enam kecamatan. Paling besar ada di Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro dengan pagu Rp 1,1 miliar, disusul Desa/Kecamatan Trawas, dengan pagu 986,30 juta, Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, pagu Rp 956,51 juta, serta masing-masing Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Rp 899,86 juta, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas Rp 809,58 juta, dan Desa Wiyu, Kecamatan Pacet, Rp 814,00 juta.

Selanjutnya Rp 699,21 juta di Desa Purwojati, Kecamatan Ngoro, Rp 536,53 juta di Desa Perning, Kecamatan Jetis, Rp 508,66 juta di Desa Tambakrejo, Kecamatan Ngoro. Lalu Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Rp 494,99 juta, Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Rp 483,23 juta, dan Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, dengan pagu Rp 398,30 juta. ’’Dari 12 paket proyek perluasan SPAM tahun ini, kita targetkan mampu menyasar 2.283 ke saluran rumah warga. Kita target juga Juni sudah mulai pengerjaan,’’ ujarnya.

Dengan luasan jangkauan yang diproyeksikan, kata Yayan, tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya di kisaran 1.090 sambungan rumah dengan pagu anggaran Rp 4,6 miliar. Konsep tematik perluasan SPAM 2023 ini juga masih sama dengan tahun lalu. Salah satunya bertujuan mengentas angka stunting. Dengan pemenuhan air bersih ini, pemerintah berusaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

’’Konsepnya masih sama, kita fokus dalam penurunan stunting. Jadi, dengan dapat menyalurkan air bersih (sambungan rumah) kepada masyarakat dalam jumlah yang cukup, diharapkan masyarakat menikmati air bersih yang berkualitas. Serta meningkatkan perbaikan kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan air bersih,’’ paparnya. (ori/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *