11 Proyek Milik Pemkab Mojokerto Alami Gagal Lelang

Published by on

Mulai Pembangunan Jalan hingga Perluasan SPAM

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebelas paket proyek perbaikan jalan hingga perluasan SPAM di Kabupaten Mojokerto gagal lelang. Hal itu disebabkan para peserta tender tak lolos tahap evaluasi teknis. Kondisi ini bakal berimbas pada mundurnya pengerjaan.

Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Mojokerto Yuni Laili Faizah mengatakan, terdapat sejumlah paket proyek yang gagal lelang. Seperti proyek rehabilitasi jalan raya hingga perluasan SPAM (sistem penyediaan air minum). ’’Ada sepuluh yang baru. Proyek jalan ada lima paket dan SPAM lima paket. Untuk satu proyek SPAM, sudah retender dan sudah masa sanggah,’’ ungkapnya.

Sesuai pantauan di laman layanan pengadaan secara elektronik, paket proyek gagal lelang itu di antaranya, perluasan SPAM di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas. Dengan pagu Rp 809 juta, paket ini dibatalkan lantaran ditemukan kesalahan dalam dokumen pemilihan atau dokumen pemilihan tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahan dan aturan turunan.

Selanjutnya, perluasan SPAM Desa Nogosari, Kecamatan Pacet dengan pagu Rp 494 juta, perluasan SPAM Desa Purwojati, Kecamatan Ngoro dengan pagu Rp 699 juta. Perluasan SPAM Desa Tambakrejo, Kecamatan Ngoro dengan pagu Rp 508 juta, serta perluasan SPAM Desa Wiyu, Kecamatan Pacet dengan pagu Rp 814 juta. Terakhir, peningkatan SPAM Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet dengan pagu Rp 956 juta.

Sementara itu, untuk lima paket perbaikan jalan raya, di antaranya, rehabilitasi jalan ruas Kemlagi-Beratkulon dengan pagu Rp 2,7 miliar, rekonstruksi ruas Jalan Tunggalpager-Jabontegal dengan pagu Rp 3,2 miliar, rekonstruksi ruas Jalan Pekayon–Sooko pagu Rp 2,7 miliar, rehabilitasi ruas Jalan Pekukuhan-Ngoro pagu Rp 295 juta, serta pelebaran Jalan Menuju Standar Ruas Temuireng–Jetis dengan pagu Rp 4,7 miliar. ’’Kesepuluhnya yang baru retender. Hari ini sudah diumumkan kembali,’’ tandasnya.

Gagalnya lelang pada periode pertama secara otomatis bakal mempengaruhi timeline pengerjaan. Dari yang sebelumnya ditarget bisa dikerjakan akhir Mei, harus retender lantaran berbagai persoalan. Yakni, sebagian besar para peserta tender tak ada yang lolos evaluasi. ’’Tidak ada penawar yang lulus evaluasi teknis,’’ tuturnya.

Dengan tender ulang seperti ini, kata Yuni, normalnya bisa kembali muncul pemenang tiga pekan ke depan. ’’Walau timeline-nya mundur, tapi waktunya masih mencukupi. Yang semua direncanakan Oktober selesai fisiknya, jadi mundur ke November,’’ bebernya. (ori/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *