10 Sekolah Negeri di Kota Mojokerto Disentuh Perbaikan Rp 6,6 Miliar

Published by on

Bersumber dari DAK dan APBD

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sepuluh lembaga pendidikan yang telah mengantongi legalitas kepemilikan aset akhirnya disentuh rehabilitasi fisik tahun ini. Pemkot Mojokerto mengucurkan anggaran Rp 6,6 miliar untuk perbaikan dan pembangunan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Amin Wachid mengungkapkan, alokasi anggaran untuk rehabilitasi fisik sekolah bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun 2023 sebesar Rp 2,5 miliar untuk tiga lembaga. Selain itu, juga berasal dari dana APBD sebesar Rp 4,07 miliar yang menyasar tujuh sekolah. ”Semua paket pekerjaan sudah kami lelang dan sebagian besar telah ditetapkan pemenangnya,” terangnya.

Dikatakannya, kucuran DAK fisik di antaranya diperuntukkan untuk SMPN 9 Mojokerto. Mengingat, sekolah yang berada di Jalan Semeru ini telah mengantongi legalitas setelah dilakukan penyertifikatan melalui pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL). ”Karena sertifikat tanah sekolah sudah selesai, sehingga SMPN 9 bisa mendapatkan DAK tahun ini,” ungkapnya.

Amin menyebutkan, SMPN 9 mendapatkan rehabilitasi gedung dengan pagu anggaran Rp 1,5 miliar. Pekerjaan perbaikan ruang kelas hingga pembangunan toilet sekolah itu mulai digulirkan Juni ini setelah paket lelang sudah ditetapkan pemenangnya. ”Setelah berkontrak bisa langsung pelaksanaan,” tandasnya.

Sedangkan DAK fisik tahun ini juga diterima SDN Kedundung 2 dan SDN Mentikan 6. Dua lembaga yang lebih dahulu telah mengantongi sertifikat aset lahan ini masing-masing diplot dengan pagu anggaran Rp 344 juta dan Rp 619 juta. ”Totalnya untuk dua sekolah itu senilai Rp 963 juta,” ulasnya.

Untuk SDN Kedundung 2, pekerjaan menyentuh pembangunan laboratorium, toilet, sekaligus sanitasi. Sedangkan di SDN Mentikan 6 menyasar rehabilitasi sedang maupun ringan pada ruang guru, ruang kelas, serta toilet. ”Proses lelang untuk rehab di dua SDN sudah selesai, tinggal menunggu masa sanggah saja,” ujarnya.

Selain DAK, Pemkot Mojokerto juga mengalokasikan dana rehabilitasi sekolah melalui APBD. Masing-masing diterima oleh dua lembaga jenjang SMPN dan lima dari lembaga SDN dengan total pagu mencapai Rp 4,07 miliar.

Disebutkan Amin, semua paket proyek telah rampung ditenderkan. Tinggal satu paket pekerjaan di SDN Gunung Gedangan 2 dengan pagu Rp 360 juta yang masih berstatus masa sanggah. ”Sudah ada pemenangnya semua, insyaallah segera pelaksanaan,” papar dia.

Proyek rehabilitasi gedung sekolah lainnya menyentuh SDN Miji 2 dengan pagu anggaran Rp 1,3 miliar; SDN Wates 2 sebesar Rp 420 juta, SDN Blooto 1 senilai Rp 360 juta, serta SDN Gedongan 3 sebesar Rp 233 juta.

Sedangkan dua paket pekerjaan lainnya diperuntukkan SMPN 3 dengan kucuran Rp 910 juta dan SMPN 4 sebesar Rp 477 juta. Amin menyebutkan, tahun ini dikbud masih akan menyelesaikan proses penyertifikatan sekolah yang masih belum dimiliki tiga lembaga jenjang SD. ”Karena sertifikat menjadi salah satu syarat bagi sekolah untuk bisa mendapatkan anggaran untuk pekerjaan fisik gedung,” pungkas Amin. (ram/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *