10 Hari Hilang, Pelajar Asal Mojokerto Meninggal di Perairan Sekitar Suramadu

Published by on

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Nasib tragis dialami Refaldo Andreanata Wijaya, 16. Pelajar asal Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, itu ditemukan tak bernyawa di perairan sekitar Jembatan Suramadu, Bangkalan. Korban dilaporkan telah menghilang dari rumahnya sejak Senin (8/5) malam.

Jenazah Refaldo ditemukan pada Rabu (17/5) dan terkonfirmasi ke pihak keluarga dan Polsek Mojosari kemarin (18/5). Remaja laki-laki itu ditemukan tewas mengambang oleh seorang nelayan di Selat Madura dekat Jembatan Suramadu masuk wilayah Kabupaten Bangkalan. ”Saat itu korban tanpa identitas,” jelas Kanitreskrim Polsek Mojosari Iptu Bambang Sunandar kemarin.

Kasus penemuan mayat tersebut lantas ditangani oleh polisi perairan setempat. Karena tak ditemukan adanya identitas, jasad korban dimakamkan di sana. Kabar ini lantas tersampaikan hingga ke keluarga Refaldo di Desa Awang-Awang. ”Setelah dipastikan benar itu adalah Refaldo, keluarga minta makamnya dibongkar dan dipindahkan ke Mojosari,” tuturnya. Kemarin pagi, jasad korban telah dimakamkan di pemakaman umum Desa Awang-Awang.

Bambang menuturkan, Refaldo ditemukan tak bernyawa setelah sepuluh hari pergi dari rumah. Pelajar SMAN 1 Mojosari itu dikabarkan hilang sejak Senin (8/5) malam. Saat itu juga, kedua orang tua korban mendatangi Polsek Mojosari untuk melaporkan kejadian tersebut. ”Yang laporan ibu dan ayah tirinya, mereka tinggal satu rumah di Perum Janti,” katanya.

Dari laporan tersebut, upaya pencarian langsung dilakukan. Kabar menghilangnya pelajar yang duduk di bangku kelas XI itu juga disebarluaskan. Bambang menyebut, semenjak meninggalkan rumah, HP korban tak bisa dihubungi. Orang tua Refaldo lantas memeriksa CCTV dan mendapati di malam kabur itu, korban dijemput oleh seorang tukang ojek online.
Dari si tukang ojek yang berhasil ditemui, lanjutnya, diketahui Refaldo turun di ujung Jembatan Suramadu sisi Madura. ”Tukang ojeknya bilang kalau minta diturunkan di sana, tanpa tahu tujuannya mau kemana,” jelasnya.

Hingga akhirnya, informasi penemuan jenazah korban itu datang. Informasi pihak keluarga yang diterima dari polisi setempat menyebut jika Refaldo murni tewas akibat tenggelam.

Bambang menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan motif korban pergi dari rumah. Demikian pula dengan tewasnya korban apakah karena bunuh diri. Kendati demikian, berdasarkan keterangan keluarga saat melapor, korban tampak murung sebelum memutuskan kabur. ”Keterangan ibunya juga tidak terlalu jelas, tapi dikatakan kalau anaknya ini bilang ingin meninggal,” tandasnya. (adi/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *